Rabu, 04 November 2015

Review Film The Bangbang Club



Film bang bang club mengisahkan 4 fotografer Greg Marinovich (Ryan Phillippe), Joao Silva (Neels Van Jaarsveld), Kevin Carter (Taylor Kitsch), dan Ken Oesterbroek (Frank Rautenbach) yang meliput ketegangan pasca perang setelah pembebasan Nelson Mandela hingga proses pemilu pertama di Afrika selatan pada tahun 1994. Mereka berjuang mendapatkan foto terbaik bahkan dengan pengambilan foto dalam jarak yang begitu dekat ketika pertikaian sedang berlangsung. Pada periode 1990an terjadi konflik di Afrika, yaitu antara kubu ANC, kubu Inkhata dan kubu Mandela, konflik ini terjadi karena kesalahfahaman antar kubu tentang politik. Konflik yang tidak banyak diketahui oleh dunia ini menelan banyak korban jiwa. Ada 3 fotografer yaitu Kevin, Ken dan Joao dari The Star yang bertugas meliput konflik tersebut. Saat sedang bertugas, mereka bertemu dengan seorang fotografer yaitu Greg. Ketiga fotografer The Star tersebut menyukai hasil foto Greg, lalu Greg pun bergabung dengan The Star, kemudian mereka bertugas bersama dalam konflik di Afrika. Mereka menjalankan tugasnya semata-mata hanya karena uang. Tetapi Greg berbeda, ia berfikir bahwa kondisi ini sangat memprihatinkan, ia pun bertekad untuk menyampaikan keadaan ini kepada dunia bahwa ini perang yang ironi. Greg mengambil sebuah foto yang dramatis dan mengubah pandangan dunia pada saat itu, hingga foto Greg berhasil mendapat penghargaan Pulitzer,  penghargaan tertinggi di dunia jurnalistik. Mereka ber empat semakin termotivasi untuk terus meliput kejadian-kejadian disana dan mendapatkan banyak foto. Namun pada akhirnya Kevin dikeluarkan dari The Star karena ketergantungannya terhadap obat-obatan terlarang. Kevin mengalami depresi, untuk menenangkan kembali dirinya, Kevin pergi ke daerah Sudan. Di sana sedang terjadi krisis kelaparan, Kevin pun tergerak untuk memberi tahu pada dunia akan hal ini melalui hasil fotonya. Foto tersebut adalah foto seorang anak perempuan kelaparan yang berada di depan burung pemakan bangkai, foto tersebut menjadi perhatian dunia hingga foto tersebut mendapat penghargaan pulitzer. Tetapi foto tersebut kembali membuat Kevin depresi, karena banyak pihak yang mempertanyakan nasib anak tersebut dan mempertanyakan dimana nurani Kevin melihat anak tersebut kelaparan . Kevin dilanda keguncangan emosi ketika banyak wartawan lain bertanya mengenai foto yang tidak manusiawi itu. Kevin pun tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terus menerus menghantuinya. Hingga ia mengalami trauma mendalam, Kevin pun semakin depresi ketika mengetahui kematian sahabatnya yaitu Ken yang tertembak saat perang antar kelompok kulit hitam. Kevin mengalami depresi dan trauma mendalam, hingga akhirnya ia bunuh diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar