Film bang bang club mengisahkan 4
fotografer Greg Marinovich (Ryan Phillippe), Joao Silva (Neels Van
Jaarsveld), Kevin Carter (Taylor Kitsch), dan Ken Oesterbroek (Frank
Rautenbach) yang meliput ketegangan pasca perang setelah pembebasan Nelson
Mandela hingga proses pemilu pertama di Afrika selatan pada tahun 1994. Mereka
berjuang mendapatkan foto terbaik bahkan dengan pengambilan foto dalam jarak
yang begitu dekat ketika pertikaian sedang berlangsung. Pada periode 1990an
terjadi konflik di Afrika, yaitu antara kubu ANC, kubu Inkhata dan kubu
Mandela, konflik ini terjadi karena kesalahfahaman antar kubu tentang politik.
Konflik yang tidak banyak diketahui oleh dunia ini menelan banyak korban jiwa.
Ada 3 fotografer yaitu Kevin, Ken dan Joao dari The Star yang bertugas meliput
konflik tersebut. Saat sedang bertugas, mereka bertemu dengan seorang
fotografer yaitu Greg. Ketiga fotografer The Star tersebut menyukai hasil foto
Greg, lalu Greg pun bergabung dengan The Star, kemudian mereka bertugas bersama
dalam konflik di Afrika. Mereka menjalankan tugasnya semata-mata hanya karena
uang. Tetapi Greg berbeda, ia berfikir bahwa kondisi ini sangat memprihatinkan,
ia pun bertekad untuk menyampaikan keadaan ini kepada dunia bahwa ini perang
yang ironi. Greg mengambil sebuah foto yang dramatis dan mengubah pandangan
dunia pada saat itu, hingga foto Greg berhasil mendapat penghargaan Pulitzer, penghargaan
tertinggi di dunia jurnalistik. Mereka ber empat semakin termotivasi untuk
terus meliput kejadian-kejadian disana dan mendapatkan banyak foto. Namun pada
akhirnya Kevin dikeluarkan dari The Star karena ketergantungannya terhadap
obat-obatan terlarang. Kevin mengalami depresi, untuk menenangkan kembali
dirinya, Kevin pergi ke daerah Sudan. Di sana sedang terjadi krisis kelaparan,
Kevin pun tergerak untuk memberi tahu pada dunia akan hal ini melalui hasil
fotonya. Foto tersebut adalah foto seorang anak perempuan kelaparan yang berada
di depan burung pemakan bangkai, foto tersebut menjadi perhatian dunia hingga
foto tersebut mendapat penghargaan pulitzer. Tetapi foto tersebut kembali
membuat Kevin depresi, karena banyak pihak yang mempertanyakan nasib anak
tersebut dan mempertanyakan dimana nurani Kevin melihat anak tersebut kelaparan
. Kevin
dilanda keguncangan emosi ketika banyak wartawan lain bertanya mengenai foto
yang tidak manusiawi itu. Kevin pun tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan
yang terus menerus menghantuinya. Hingga ia mengalami trauma mendalam, Kevin
pun semakin depresi ketika mengetahui kematian sahabatnya yaitu Ken yang
tertembak saat perang antar kelompok kulit hitam. Kevin mengalami depresi dan
trauma mendalam, hingga akhirnya ia bunuh diri.